Kadinkes Kota Dumai Dr. Syaiful, M,K,M ,Menghimbau kepada Masyarakat  Waspada kalau ada kasus Demam Berdarah(DBD)

Daerah43 Dilihat

Kadinkes Kota Dumai Dr. Syaiful, M,K,M ,Menghimbau kepada Masyarakat
Waspada kalau ada kasus Demam Berdarah(DBD

 

DUMAI,Rajainformasi
Demam berdarah (DBD)  Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk kosmopolitan yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue,Aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, Bancroft’s filariasis, chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai Dr.Sysiful, M,K,M di konfirmasi wartawan di ruangannya  pada 03/06/2024 mengatakan,

“Dengan adanya kasus demam berdarah (DBD) diharapkan kepada semua masyarakat agar waspada karena sampai saat ini obat untuk DBD itu belum ada, upaya yang bisa di lakukan kalau ada kasus DBD masyarakat harus waspada, dihimbau bagaimana menjaga kebersihan lingkungan yaitu cara yang paling  ampuh mencegah DBD adalah dengan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk,”ujar syaful.

Lanjutnya lagi, lakukan lah pemberantasan sarang nyamuk secepatnya sehingga nyamuk Aedes aegypti jangan sampai berkembang biak, kalau tidak di sikapi dan di tangani  tentu salah satu nya berpotensi akan menimbulkan penyakit DBD yang lebih besar, apalagi kalau DBD menyerang anak anak, berpotensi sekali karena bisa menimbulkan kematian, dari statistik di nyatakan dari 100 kasus bisa 1 atau 2 orang bisa meninggal, karena obat DBD belum ada dan vaksin nya juga belum ada.

Upaya pencegahannya sampai saat ini di katakan yang masih di lakukan cukup efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk yaitu membersihkan lingkungan, jangan ada dihalaman kita ada air tergenang yang ada jentik jentik nyamuknya,”ujar Syaiful.

Ia mencontohkan kepada negara negara maju seperti negara  Malaysia dan Singapura, negara tersebut punya aturan,  kalau ada genangan air ada jentik nyamuk di temukan oleh petugas kesehatan, maka keluarga mereka kena denda, itu kalau di luar negeri, sedangkan kita di sini manalah orang cuek cuek saja kurang kepedulian menjaga kebersihan lingkungan.

“Artinya jangan ada sarang nyamuk atau perkembangan nyamuk Aedes aegyti, itu yang utama sekali,”ujar Syaiful lagi.

Siapapun bisa kena terjangkit DBD, kalau udah kena jangkit bisa di transfusi darah itu, karena tidak ada obatnya, kalau ada kasus DBD pihak Dinas Kesehatan  hanya bisa berupaya melakukan penyemprotan yang bisa di lakukan Dinkes, karena itu tidak efektif, kami pun melakukan penyemprotan bukan membasmi nyamuk, tidak bisa di selesaikan dengan penyemprotan karena besok usai penyemprotan nyamuk datang lagi, yang lebih efektif itu harus rutin dilakukan gotong royong di lingkungannya.

selain itu juga untuk mengantisipasi perkembangan biakan jentik nyamuk DBD, Dinkes melalui puskesmas ada mempersiapkan Abate / obat air anti jentik  nyamuk silahkan minta Abate ke Puskesmas terdekat, selain itu untuk menyikapi antisipasi DBD tentunya harus ada kesadaran masyarakat yang bekerja sama dengan RT, Lurah maupun Camat untuk melakukan gotong royong, di mana ada genangan air, benda benda dan kaleng kaleng yang berisi air yang ada jentik nyamuknya, di kumpulkan dan bakar,”imbuh Dr.Syaiful.

Reporter : Hayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *